Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali bererupsi. Tinggi kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak.
Gunung Anak Krakatau dilaporkan bererupsi pada Rabu (18/3) pukul 12.42 WIB. Erupsi disebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 42 mm dan durasi kurang-lebih 10 menit.
Kolom abu vulkanik berwarna putih kelabu. Visual dari CCTV yang dipasang di sekitar gunung memperlihatkan adanya letusan diikuti kepulan asap tebal.
Status Gunung Anak Krakatau berada di level II atau Waspasa. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah radius 2 km.
Oleh karena itu, Badan Geologi mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
Gunung Anak Krakatau muncul pada tahun 1927, sekitar 40 tahun setelah Gunung Krakatau Purba meletus. Gunung ini masih berstatus aktif dan memang sering erupsi. Erupsi terbesarnya terakhir terjadi pada 22 Desember 2018 dan memicu Tsunami Selat Sunda.













